Jumat, 20 April 2012

perisai putih

Perguruan Silat Nasional Perisai Putih didirikan oleh Guru Besar R. Ahmad Boestami Barasoebrata beliau dilahirkan di Bangselok -Sumenep Madura tepatnya pada hari senin, 4 Desember 1939.Beliau adalah putra ke tiga dari sembilan bersaudara.
Beliau mempelajari Ilmu Pencak Silat dari Kakeknya yang bernama Kyai Agus Salim atau dikenal dengan sebutan Ki Lamet selain itu beliau membelajari ilmu silat dengan para pendekar silat di seluruh wilayah Nusantara.
Kemudian beliau melatih para pemuda dan kerabat terdekatnya beserta para simpatisan, yang akhirnya menjadikan murid – murid beliau semakin banyak jumlahnya.
Maka tercetuslah ide oleh beliau untuk mendirikan sebuah perkumpulan Silat yang diberi nama YIUSIKA kepanjangan dari Yuiyitsu Silat Karate atau dikenal dengan Sekolah Beladiri Tanpa Senjata. berkat batuan Kapten Soeparman secara resmi berdiri pada tanggal 1 Januari 1967 yang berkedudukan di Surabaya.
Pada Kongres IPSI ke IV tahun 1973 YIUSIKA di daftarkan sebagai anggota IPSI namun ditolak dengan alasan tidak termasuk beladiri asli bangsa Indonesia karena nama yang digunakan nama beladiri asing, berkat bantuan bapak William Maramis dengan Idenya menambahkan nama Perisai Putih .
(YIUSIKA Perisai Putih). Akhirnya oleh IPSI ditetapkan secara resmi sebagai 10 Perguruan Historis melalui keputusan kongses IPSI ke IV pada tahun 1973.
Lambang Perguruan dibuat oleh murid beliu yang bernama FX. Siswadi. Pada Mukernas pertama di Surabaya terdapat Perubahan Lambang perguruan yang bdrtuliskan Beladiri IPSI Perisai Putih menjadi Perguruan Silat Nasional Perisai Putih yang dikenal dengan nama PSN Perisai Putih pada tanggal 10 Oktober 1987. Tidak lama kemudian beliau wafat pada tanggal 27 Desember 1987 dalam usia 48 tahun dan dimakamkan dikota Surabaya.
~ 0 ~
Dalam mempelajari ilmu pencak silat para pesilat harus memiliki keyakinan dan kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
Tiada kekuatan yang luar biasa yang lebih tinggi dari pada kekuatan Allah.
DKI Jakarta
Perkembangan PSN Perisai Putih di DKI Jakarta pada tahun 1971 tepatnya pada tanggal 16 Agustus 1971, seorang Pendekar Silat dari Surabaya bernama S.Himantoro dibantu oleh Joni Heru Riono mendirikan tempat latihan diwilayah Jakarta Utara dibawah pimpinan Drs. Soetedjo, kemudian beliau mengembangkan kewilayah Jakarta Timur mendirikan tempat latihan di Mess Statistik dibawah pimpinan Daeng Husin Umar.
Dilanjutkan pengembangan tempat latihan kewilayah Jakarta Selatan dibawah pimpinan Soediono yang selanjutnya mengembangkan perguruan kewilayah Jakarta Pusat dengan dibantu oleh Drs. Hadi Mahmud, kemudian organisasi dibawah pimpinan Hadi Prayitno.
Untuk Wilayah Jakarta Barat pengembangan PSN Perisai Putih didirikan tempat latihan di Jelambar dibawah pimpinan Maxi .Dengan ketekunan beliau mendidik kader – kader pelatih dari tiap – tiap wilayah latihan. Beliau Wafat karena sakit. Selanjutnya Perkembangan Perguruan dilanjutkan murid – murid beliau yang tergabung dalam wadah Dewan Pendekar Daerah.
Dewan Pendekar DKI Jakarta diantaranya :
1. Drs.Icu Zukafril, MM, MSi ( Ketua Dewan Pendekar )
2. Drs.Denny Herawan ( Wakil Ketua Dewan Pendekar )
3. Sudirman Yan, ST ( Sekretaris Depan Pendekar )

jaya praja cidomas


                               
Perguruan Pencak Silat Jaya Praja Cidomas yang berdiri pada tahun 1991 di Palembang merupakan peleburan dari pencak silat Beksi/Bhesie dan TTKDH (Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir) dimana keduanya merupakan perpaduan dari Pak Wartoyo yang sekarang merupakan guru besar dari Perguruan Pencak Silat Jaya Praja Cidomas dan istri yang keduanya merupakan pesilat.

Dengan gerakan-gerakan yang khas Beksi dan perpaduan kuda-kuda rendah dari Cimande perguruan ini sudah terdaftar di IPSI pada tahun 1996 dengan sekretariat di SD 244 Sungki, adapun jadwal latihan mereka adalah Minggu pagi, malam Kamis dan malam Sabtu dengan peserta latihan +/- 100 orang.

Seiring dengan perkembangan nya silat ini mulai membuka beberapa cabang seperti di SMK 1 (STM 1), SMK Bina Jaya dan SMP Ikhlasia. dengan metode pembinaan mental dan spiritual dalam perguruan ini memiliki beberapa tingkatan dan tiap tingkatan di uji setiap 6 bulan sekali.

Rabu, 18 April 2012

Perguruan Silat Persinas Asad

PENCAK silat tampaknya cukup identik dengan santri karena di pesantren-pesantren biasanya diajarkan ilmu bela diri ini. Ada benarnya juga, tetapi tidak benar juga, ujar H. Ashabul Anbiya, S.H., dari Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD Jawa Barat yang menjadi ketua panpel pada Kejurda Persinas di GOR Pajajaran yang berakhir Minggu (4/1).

Ashabul mengatakan kejurda kali ini memang diikuti sebagian besar jebolan pesantren, bahkan salah satu persyaratan peserta adalah harus mendapat izin dari kiai daerah asal. Namun, tidak seluruh peserta merupakan jebolan dari pesantren, bahkan ada juga peserta yang mantan preman, ujarnya.

Seperti perguruan pencak silat lainnya, Persinas ASAD yang bernaung di bawah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), terbuka bagi siapa saja, asal mematuhi aturan perguruan. Jadi, anggota mereka memiliki latar belakang beragam walau sebagian besar merupakan santri anggota LDII.

Pada kesempatan tersebut, Ashabul mengharapkan Persinas ASAD bias memberikan sumbangsih untuk kemajuan pencak silat di Jawa Barat. Sebagai perguruan anggota IPSI Jawa Barat, kami tentunya ingin memberikan sesuatu bagi pencak silat Jawa Barat, ujar Ashabul sambil mengatakan salah seorang anggota Persinas asal Kota Cimahi akan memperkuat Jawa Barat pada pra-PON nanti.

Pembinaan di Persinas dipastikan akan berkesinambungan karena mereka sudah memiliki jalur kompetisi. Pesilat terbaik pada kejurda kali ini akan menjadi wakil Jawa Barat pada kejurnas. Mudah-mudahan pada masa mendatang akan muncul pesilat berprestasi dari Persinas ASAD Jawa Barat, harap Ashabul sambil mengatakan perguruannya berdiri pada 1993. (P-05)***
http://www.pikiran-rakyat.com

Makna Warna Sabuk Persinas ASAD

Tingkat I / Sabuk Putih / Siswa I

Warna putih pada sabuk mempunyai makna lembaran putih dan bersih dengan tulus ikhlas, ridho dan suci. Bagi seorang calon pesilat untuk diberikan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dasar tentang ilmu beladiri.


Tingkat II / Sabuk Hijau / Siswa II

Warna hijau pada sabuk memberi makna kedamaian hati setalah diberikan pelajaran dasar tentang pengetahuan, ketrampilan dan sikap sehingga memberi keteduhan hati dan bangga dengan ilmu yang dimilikinya.


Tingkat III / Sabuk Hijau Strip Kuning / Asisten Muda

Warna hijau yang memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan serta dipersiapkan untuk menjadi pesilat yang berkualitas dan berbudi pekerti luhur yang dilambangkan strip kuning pada sabuk.


Tingkat IV / Sabuk Kuning / Asisten Madya

Warna kuning melambangkan keluhuran budi pekerti (akhlaqul karimah) dan keagungan jiwa serta berkualitas, sehingga pesilat makin banyak ilmunya makin berbudi pekerti yang luhur.


Tingkat V / Sabuk Kuning Strip Biru / Asisten Utama

Dengan budi pekerti yang luhur dan keagungan jiwa disertai cita-cita yang luhur, semangat belajar dan tabah dalam menghadapi tantangan yang dilambangkan dengan strip biru pada sabuk.


Tingkat VI / Sabuk Biru / Pelatih Muda

Warna biru melambangkan semangat belajar yang tinggi, dengan percaya diri serta dapat menjaga martabat dan mampu menguasai serta mengendalikan diri walaupun banyak tantangan, rintangan dan halangan.


Tingkat VII / Sabuk Biru Strip Coklat / Pelatih Madya

Dengan semangat dan cita-cita yang tinggi menjadikan percaya diri, selalu menegakkan kebenaran, kejujuran dan menghormati sesama insan.


Tingkat VIII / Sabuk Coklat / Pelatih Utama

Warna coklat tua melambangkan sikap damai, bersahabat, selalu rendah hati dan senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan.


Tingkat IX / Sabuk Coklat Bintang Merah 1 / Guru Muda

Bersikap damai dan bersahabat, ramah dan sopan, senantiasa menegakkan kebenaran.


Tingkat X / Sabuk Coklat Bintang Merah 2 / Guru Madya

Senantiasa mengupayakan perdamaian dan persahabatan dengan sesame. Keramahan dan kesopanan ditingkatkan, dengan keberanian yang tinggi membela kebenaran.

Tingkat XI / Sabuk Merah / Guru Utama

Merah melambangkan keberanian dalam membela kebenaran, berjiwa besar, mawas diri, pemaaf dan mengutamakan kepentingan umum dan dapat menjadi panutan.


Tingkat XII / Sabuk Merah Garis Tepi Emas / Guru Besar

Berjiwa besar sebagai pendekar, bisa meramut dan membina serta sebagai pengayom.

elang putih

Sejarah Perguruan

Picture            Diawali dengan semangat mempertahankan kebudayaan dan tradisi seni bela diri pencak silat yang sudah menjadi bagian dari dirinya, M. Toha Djali, seorang kelahiran Palembang Sumatera Selatan dengan bantuan dari keenam saudaranya membentuk sebuah perguruan silat yang berlokasi di Cilandak, Jakarta Selatan, pada tanggal 2 Februari 1972 bernama Pencak Silat Seni Beladiri Kekeluargaan (PS SBKK) ElangPutih.

          Ide dasar pencantuman nama "Elang Putih" pada perguruan ini diambil dari sebuah kisah dari Pelembang, Sumatera Selatan yang menceritakan perjalanan hidup seorang pesilat tangguh bernama Pangeran Batu Api yang gigih menentang segala bentuk penjajahan dan kolonisasi bangsa asing khususnya Belanda di tanah airnya. Hingga suatu ketika Pangeran Batu Api telah selesai melaksanakan ibadah (red : shalat) di tepi sungai Musi, ia melihat seekor elang putih terbang di atas sungai tersebut dan menangkap seekor ikan dari permukaannya. Kejadian tersebut kemudian mengilhami Pangeran Batu Api untuk menciptakan sebuah jurus baru bernama jurus tujuh yang gerakannya memadukan antara gerakan shalat dengan penafsiran gerakan dari cengkraman elang putih yang baru dilihatnya tersebut.

          Perkembangan PS SBKK Elang Putih diawali dari  lingkungan sekitar  pendiri dan hingga kini perguruan ini telah mampu mengembangkan sayapnya ke seluruh wilayah DKI Jakarta melalui pelatihan di tingkat ranting di beberapa sekolah menengah

pagar nusa

                                                       
EJARAH BERDIRINYA PAGAR NUSA. Jun 10th, 2008 | By admin | Category: Aliran Silat Visited 17273 times, 1 today [ in English ]. Jujur, ihlas, sportif, berani mengabdi, teguh pendirian, dan elegan. Pangkat-pangkat inilah yang layakPagar Nusa Cabang OPA.. 3. Medical First Responder. Search And Rescue. 30. PMI Cabang.. BASARNAS Pos SAR/KANSAR. 4. Basic Ropes. Prusicking & Rappelling. 30. Pramuka Kwarcab. OPA. 5. Navigasi DaratSEJARAH BERDIRINYA PAGARNUSA GASMI(
Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) GASMI(Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia) adalah perguruan
pencak silat yang didikan oleh Gus maksum Jauhari(ponpes Lirboyo,Kediri). Awalnya GASMI di dirikan

Lembaga ini berdiri sebelum IPSNU Pagar Nusa lahir. Karena Porsigal bersama dengan Gasmi dan NH Perkasa bisa dikatakan yang membidani berdirinya Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa, yang kini sudah menjadi badan otonom NU itu.Para pendekarlah sebenarnya yang berada di barisan terdepan perjuangan mendapatkan ”kedaulatan” negeri ini sekalipun belakangan nama mereka tidak banyak mendapatkan tempat dalam catatan sejarah yang didominasi oleh para diplomat dan politisi. . Sejak LPSNU Pagar Nusa berdiri 3 Januari 1986, organisasi ini mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Oraganisasi yang pertama kali berdiri berbentuk perguruan ini setelah beberapa kali melakukan Musyawarah Nasional danSejarah perguruan pencak silat PAGAR NUSA NH perkasya(nurul huda pertahanan kalimat syahadat)ANCAB Bangilan dan ANCAB senori. perguraan pencak silat pagar nusa NH perkasya ANCB senori adalah pengembangan dari ANCAB bangilan. dan saat ini senori berdiri sendiri dengan nama ancab senori yang di ketuai saudara ABDUL MUJIB SH.dan wakil saudara ALI MAFUDL.SPD. saat ini pun ancab senori masih berkembang dengan pesat,berbeda dengan perguruan lain pagar nusa NH perkasya lebihPara pendekarlah sebenarnya yang berada di barisan terdepan perjuangan mendapatkan ”kedaulatan” negeri ini sekalipun belakangan nama mereka tidak banyak mendapatkan tempat dalam catatan sejarah yang didominasi oleh para diplomat dan politisi. . Sejak LPSNU Pagar Nusa berdiri 3 Januari 1986, organisasi ini mengalami pasang surut dalam perjalanannya. Oraganisasi yang pertama kali berdiri berbentuk perguruan ini setelah beberapa kali melakukan Musyawarah Nasional dan
  • Kerajaan-kerajaan Tulang Bawang dan Skala Brak juga pernah berdiri pada sekitar abad VII-VIII. Pusat Kerajaan Tulang Bawang diperkirakan disekitar Menggala/Sungai Tulang Bawang sampai Pagar Dewa. Zaman Islam ditandai masuknya Banten di luar wilayah tersebut memakai tulisan/aksara pallawa/hanacaraka yang berasal dari India sesudah masuk abad Masehi bersama dengan ajaran/falsafah Hindu, yang kemudian hari berkembang di Pulau Nusa Kendeng/Pulau Jawa sekarang dan Bali.